Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

A Chat with Grandpa

on Sunday, August 8, 2010
Mari saya ceritakan sedikit tentang opa saya ini.

Namanya Robby Tan. Ia lahir pada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 4 November. Opa saya ini dulunya perokok berat, namun ia berhenti pada sekitar tahun 1991 karena paru-parunya akhirnya berteriak minta tolong setelah dicekoki rokok selama puluhan tahun.

Secara genetik, opa saya turunan asma. Ini ia dapat dari ayahnya, namun untungnya tidak menurun sedikitpun ke ibu saya dan juga om saya...maka saya bebas dari asma. Selain memiliki asma, puluhan tahun merokok dan gaya hidup yang kurang sehat menimbulkan masalah pada jantungnya, dimana akibatnya bisa fatal, seperti beberapa bulan lalu beliau sampai masuk UGD karena oksigen tidak terpompa sampai ke otaknya. Akibatnya: opa saya mengigau. Bicara tidak jelas, mau ini dan itu, tidak bisa apa-apa, dan merepotkan semua orang serta menimbulkan kepanikan massal.

Pada opa saya, asma merupakan penyakit yang keji dan menyusahkan. Bayangkan saja, situasinya adalah seperti ini:
Jalan kaki tidak bisa lama-lama. Jika terlalu lama/jauh, kami harus berhenti sebentaru, biar opa saya bisa mengambil napas.
Nyetir mobil juga bisa menyebabkan dia asma. Ini cukup mengkhawatirkan.
MANDI pun membuat dia asma, karena mandi memerlukan banyak gerakan, dan banyak gerakan memerlukan pemompaan jantung dan paru-paru, dan karena KEDUA ORGAN VITAL INI SUDAH ERROR, maka dia asma.
Habis makan pun asma, karena makan terlalu banyak, atau terlalu cepat, atau makan biasa-biasa saja bisa membuat dia asma.

Dan kalau asmanya itu sudah kumat, maka yang terjadi adalah:
"FUUUUUUUUUH (buang nafas dari mulut)......ngiiiiik (tarik napas dari hidung).....FUUUUUUUUUUUUUUH......ngiiiiik.....FUUUUUUUUH....ngiiik"

Jadi, opa saya akan menarik napas dengan susah payah lewat hidung, yang menyebabkan bunyi 'ngiiik' itu (karena asma), dan menghembuskannya dengan keras.

Salah satu dampak yang sangat tidak menyenangkannya adalah saat ngobrol. Seperti tadi siang ini:

Gebi: opa, pabrik Toyota masih di Sunter?
Opa: *ngiiiik...FUUUUUH...ngiiik...FUUUUUH* nggak, sudah pindah.
Gebi: oh, pindah ke mana?
Opa: *ngiiik...FUUUUH...ngiiik* ke daerah *ngiiiik...FUUUH...ngiiik* Kerawang.
Gebi: ho...sejak kapan?
Opa: *FUUUUUUH* sejak *ngiiik....FUUUUH* dua tahun yang lalu kira-kira.
Gebi: *kasihan dan cape nungguin jawaban, maka saya pun diam, tidak bertanya lagi*

Penyakit ini memang sangat menyusahkan opa saya. Dan yang membuat saya tambah kasihan lagi, opa saya sering sekali menyinggung tentang oma saya, yang menandakan bahwa betapa rindu dan kehilangannya dia.

Yah, untung saja dia masih punya anak-anak yang mau menjaga dia. Masih punya dua butir cucu perempuan dan satu butir cucu belum lahir yang akan selalu menjaga (saya) dan bermain (Luna) dengan dia. Masih punya teman-teman yang mau repot-repot memberi update-an lokasi wisata dari Mesir sana. Masih punya mobil buat membawa dia ke mana-mana. Masih punya orang-orang yang dengan sukarela dan sabar menjaga dia setiap hari.
Masih punya TUHAN yang tidak pernah berhenti menjaga dia .


LOVE YOU, GRANDPA!

See you next time, little cousin!

on Sunday, August 1, 2010
So I guess...I feel lonely after all.

All of my life, people had been cliche-ly ask me whether I feel lonely since I'm an only child. "Yeah, kind of," I said. Maybe I need a little sister. Maybe...

But yes, it's kinda sad to be back to the old three-person-family. I was suprised of how much that 2 years old little girl had brought in only one week. The crowd, the fun, the laughter...

A pair of little shoes in front of the door,
A little shirt in the dirty-cloth-basket,
A diaper in the trash bin,
Toys all over the living room,
Chocolate stain on my blankett,
Minyak telon smell all over my bedroom,
Tiny toothbrush in the bathroom,
'Bau iler' in on my teddy bear's nose,
.....and all the things left--and also gone.



I miss you already, Lunabu!


LUNA is coming to Jakarta!!!

on Thursday, July 22, 2010
I'M SO HAPPY!

*joget*

Adik sepupu gw tercinta, si Margaretha Luna Maria Tan alias LUNA akan datang ke Jakarta!!

Kabar menyenangkan kedua: tante gw HAMIL, udah 5 bulan, yang berarti si Luna bakal punya adek!!

*kayang*

SUMPAH GW SENENG BANGET YATUHANOHYEAHPRIKIPRIKITSAH!!

See, isn't she cute?









What 5 months has brought

on Tuesday, July 13, 2010
Yesterday was 12th.
And after February the 12th, I knew that 12th would never be the same again forever.
Every month of my life.

It's been 5 months since my dear grandma past away. And not a single day that I not missed her. I think that was the first real lost I've felt after 19 years of my life.

Terrible?
Sure.

But many things had happened since, and it's not like that I was all misery and sad. I'm a sanguinis, and that means I'll never be in one state or feeling for more than--I think personally-- 5 minutes :D


Yah, daripada sedih-sedihan terus.
Saya punya cerita.


Di suatu malam yang indah, ketika saya dan keluarga sedang ngobrol-ngobrol santai, tiba-tiba saya bercerita tentang dekan saya.

Dekan saya....eh....tidak terlalu saya kenal.
Mungkin orang-orang di dunia hukum kenal.
Atau orang-orang di kampus.
Atau orang-orang di dekat ruangannya di lantai 2 itu gedung A itu.

Nah.
Sekilas pandang, dari segi sampul, wajah beliau terlihat...maaf...mesum.
Seperti bapak-bapak yang siap menculik anak-anak berusia 17 tahun ke atas, diajak ke tempat remang-remang atau ke hotel, lalu digauli.

Atau bapak-bapak yang sering nongkrong malem-malem, nyari cewek-cewek yang menjajakan dirinya.

Yah, itu yang terlihat dari mukanya.
Saya tahu pasti dia bukan orang yang begitu. Benar toh, Pak?

Pak?

Pak....saya masih...mahasiswa FH UI kan, Pak?
Jangan DO saya Pak, ampun.... >.<

Ya, jadi saya lalu menceritakan itu pada orang tua saya.
Saya juga menceritakan kalau dekan saya tercinta itu....suka bermain band.

Atas pernyataan ini, ayah saya bertanya balik:
"Oh, dia pegang alat apa?"

Celetuk ibu saya:

"Alat kelamin."


"Lah, kan kata kamu mukanya mesum?" katanya membela diri.


Terlambat sudah.
Kami sudah meledak tertawa.

My life in UI

on Sunday, September 6, 2009
Sudah banyak yang terjadi dalam rentang waktu postingan gw ini.
Gw sekarang sering jalan sama temen2 baru gw di sini, yang ternyata adalah Combo Serviam alias kita semua dari sekolah2 yang memuja, meninggikan, dan mengenakan lambang SERVIAM di kerah kiri seragam kita.

Akhir2 ini pembicaraan kita ga jauh2 dari senior2 ganteng (Kage, BB Tut, Vis, dll), senior2 rese (GS, Perry, Windows, dkk) ato temen2 sesama maba FHUI.
Harus gw akui, di UI ini gw bertemu dengan berbagai macam orang yang jauh-lebih-sangat-heterogen daripada sekolah manapun yang pernah gw tempati.

Sebenarnya sekarang gw lagi ngerjain tugas, tapi atas alasan yang teramat sangat, maka gw pun memutuskan untuk refreshing sebentar.

Beberapa hari yang lalu, bokap gw kembali melontarkan pertanyaan favorit dia.
Jadiii...kronologisnya begini:
Kita ke PIM, buat nyari pakean dalam baru buat gw (tapi malah kelamaan di nyari sepatu buat bokap).
Seperti yang kita semua ketahui tentang suasana PIM di malam minggu:

PENUH PASANGAN2 YANG SEDANG KASMARAN.

Ya kaga kasmaran gimana2 juga, tapi yang jelas mereka sedang jalan2 bersama PASANGAN mereka.

Bokap gw, yang emang punya kebiasaan ngeliatin dan perhatiin orang2, langsung ngomong ke gw begitu pulang di rumah:

"Ge, kok kamu blom punya pacar sih?"

Gw: *menatap bokap dengan tatapan kaku, berkedip lima kali, trus ngacangin*

Seperti biasa, karena rumah kami yang sederhana dan penghuninya yang dikit, pertanyaan itupun nyampe ke kuping nyokap.

Nyokap sewot: "NGAPAIN DIA PUNYA PACAR SEKARANG?!"

Gw: *ngambil beha yang baru dibeli, lepasin labelnya, menatap beha dengan takjub*

Bokap: "Ya ga gimana2 sih, tapi liat aja tuh, tadi. Orang2 pada jalan dengan pasangannya masing2, eeeh...anak kita ini malah jalan dengan orang tuanya."

Gw: *taro beha, ngambil buku yang baru dibeli, robekin sampul plastiknya*

Nyokap: "Trus apa masalahnya? Mama juga dulu pacarannya baru semester2 tengah. Tetep aja tuh dapat pacar...."

Bokap: "Papa rada kasian aja. Temen2 dia juga udah pada punya cowo. Apa karena anak ini terlalu garang ya, penampilannya? Jadi cowo2 pada takut gitu..."

Gw: *mulai baca buku*

Nyokap: "Ya itu urusan teman2nya. Garang? HAHAHAHAHAHAHAH!"

Gw: *ga terima diketawain* ENAK AJA. Emang mau pacaran sm siapa? Cowo2nya pada nyari cewe2 yang tipe CEWE BANGET, yg suka pink, yang rada manja, yang butuh dilindungi...ga asik.

Nyokap: "Yaaah, namanya juga cowo remaja. Mereka suka sama cwe begitu karena mereka jadi bisa memperlihatkan ke-pria-an mereka sebagai orang yang melindungi, dibutuhkan, dan superior."

Bokap: "Berarti anak ini harus pacaran sama yang lebih tua...."

Gw: "Asal ga ketuaan aja..."

Bokap: "Mungkin sama dosen..."

Gw+Nyokap: "AAAPHHHAAAAA??!!! KETUAAN!!!!"

Nyokap: "Udahlah, kenapa sih si papa pusing banget. Ya biarlah anak ini jalanin dulu idupnya sebagai mahasiswa."

Gw: *baca buku lagi*

Nyokap: "Lagipula, cowo tuh GA USAH DICARI. Ya kalo emang jodoh ntar ketemu kok. Yang penting kamu bergaul yang luas aja."

Gw: *memeluk nyokap sambil mencucurkan air mata, sujud menyembah, ngasih sesajian*


Hm.
Inilah cukilan singkat hidup seorang anak tunggal jomblo 18 tahun yang bokapnya pusing karena anaknya ini mungkin terlalu tomboy, dan yang nyokapnya terus memberinya dorongan untuk menjadi cewe mandiri yang ga bergantung pada orang lain, terutama sampe sok desperate sama yang namanya pacaran.

Kalo dari gw sih prinsipnya cuma satu: bergaul sama semua orang.
Ya nggak coy?

Orang tua saya ga gaptek, dan itu masalah.

on Thursday, February 5, 2009
Hari ini gw pengen curhat soal susahnya punya orang tua yang ngerti teknologi, suka pake komputer, BUTUH KOMPUTER, bekerja dengan komputer, dan yang terutama, NGERTI INTERNET!

Ga seperti beberapa teman2 gw, komputer gw terletak di RUANG KELUARGA, bukan di kamar gw sendiri. Kenapa? Soalnya komputer itu emang bukan komputer gw sendiri. Itu komputer keluarga. Yang butuh sekeluarga, yang make juga sekeluarga.

Ga ada tuh yang namanya gw bisa buka situs ini dan itu sesuka hati. Satu keuntungannya, adalah bokap nyokap gw suka pulang malam, karena lama di jalan. Nah, selama waktu yang sangat berharga itu, kalo lagi ga ada tugas, ulangan, dan les, gw bakal BUKA INTERNET SESUKA HATI dan BUKA SEMUA SITUS YANG GW SUKA...NYEHNYEHNYEHNYEHNYEH!!! *ktawa setan*

Bayangin aja...kalo ada nyokap gw, sekedar buka fansitenya Ben Barnes aja udah diprotes.
"Ooo...jadi itu kerjaan kamu kalo buka internet?? Buka situsnya si cowo ga jelas itu doang?? Buka internet mulu...ga belajar..."

SATU, ibu, kerjaan gw kalo internetan bukan itu doang. Bisa aja cari tugas.
DUA, ibu, BEN BARNES BUKAN COWO GA JELAS!
TIGA, ibu, GW GA BISA BELAJAR KALO ULANGANNYA BUKAN BESOK! Tidakkah ibu memahami gaya belajar gw??

Penyakitnya juga nih, kalo komputer sekeluarga....ADA PENGGILIRAN WAJIB! Kalo gw dah internetan kelamaan, nyokap pasti nyuruh udahan. Antara dia mau kerja, mau internetan juga, atau mau maen game.
Bokap juga sama aja. Antara mau buka Facebook, milis, ato maen game yang berkisar antara Luxor dan Tumble Bugs.

Yang paling parah adalah ini:


NYOKAP GW PUNYA YM....


Kenapa ini berbahaya? Gw jelaskan.
Gw pulang sekolah pukul 13.30. Kalo ada kegiatan ato apapun, biasanya gw baru sampe rumah jam 4. Kalo ga ada kegiatan, gw bisa langsung ngelosor pulang.

Nah, biasanya, kalo gw pulang cepat, yg gw lakukan adalah: mandi, makan, INTERNETAN!
Seperti yang anda tau semua, YM akan otomatis sign in saat komputer nyala.

Sialnya, sodara2....
Nyokap gw, jauh di ujung sana di Cideng, JakPus, kantornya...
Juga sedang mengaktifkan YM.

Dari 32 daftar nama di YM gw...
Ada 'susy tan' alias ibu saya tercinta...

SIALNYA LAGI...kalo hari itu gw ada les..
Dan gw sedang melancarkan rencana gw untuk bolos, yaitu internetan sampe bablas jam 5...
YM gw tiba2 nongol dengan tulisan 'susy tan:....'

susy tan: 'ge, bukannya hari ini kamu ada les?'





sial.


Pertanyaan simpel tapi sangat maut.
Pesan di atas bisa juga berbunyi:

susy tan: 'ge, bukannya besok ada ulangan antro? kok malah internetan?'





sial.


Itulah sebabnya, kadang2 gw sebel dengan kepahaman ortu gw atas INTERNET.

Today's good....

on Saturday, January 31, 2009
Congrats to our 7th Language Class Performance

presenting:


TWELFTH NIGHT
by: William Shakespeare.


Yeah!!
I'm so happy that the performance finally end, and starting tomorrow, I don't need to come home at 4 o'clock everyday anymore, and I can concentrate to SIMAK UI.

This performance also ends my career on directing our class performance. It's now Disti's turn to do the best for the next one!


Oke, oke, di samping peristiwa membahagiakan ini, gw punya cerita yang seru abis.
The main character is my dad, Samuel Carl Petrus Sahetapy.
From the one I got my lips, cheek, chin, eyebrows, eyes, teeth, and many more.

Jadi, kira2 dua minggu lalu, bokap gw pergi jalan2 sama temen2nya. Katanya mau ke fX. Gw mau ikut, tapi ngebayangin ada 4 om-om dengan suara masing2 diatas rata-rata, plus obrolan yang pasti dijamin aneh bin ajaib, gw memutuskan dengan bijak untuk tidak ikut.

Gw di rumah aja. Online sampe puas...sampe mulut bebusa....sampe jari2 gw pegel chattingan mulu sama temen.
Dan lagi, gw sedang asik baca Harry Potter 7. IYA MEN, AKHIRNYA GW MEMBACA BUKU ITU JUGA!!! AKHIRNYA!!!
Basi banget sih.....hhh....

Karena buku perpus, jadi bacanya harus kebut. Dan dengan berakhirnya gw membaca buku itupun, gw memecahkan rekor baru: baca novel Harry Potter dalam waktu 5 hari saja.
But so far, belom ada yang ngalahin rekor gw baca Dan Hujan Pun Berhenti: 3 jam. HAHAHA!

Lanjut.
Setelah ngobrol2 di sana, rupanya para bapak2 ini lanjut ke tempat lain. Di tempat lain itu, dengan waktu yang makin larut, mereka malah minum2 Chivas.
Mabuk? Jelas.
Gw yakin bokap gw dikit lagi nyanyi.

Apa masalah utama orang mabuk, sodara2?
Emosi.

Semua orang tau kalo mabuk dan emosi itu adalah 2 hal yang saling berkesinambungan dan berbahaya.
Kalo menurut petuah bokap gw, ada beberapa tanda2 ampuh yang bisa dilihat dari orang mabuk:

1. Muka merah.
2. Ngomong jadi lebih keras, karena udah agak budeg.
3. Terkadang jalannya udah ga benar.
4. Kalo ketawa....rasanya ga mau berhenti.
5. Terlihat agak sinting.
6. Mukanya CERAH! Rasanya pengen senyuuuum mulu...
7. Mata meredup.

Sekian petuahnya. Gw sih ga tau bokap gw udah menunjukkan tanda2 yang mana, tapi pas dia udah pulang ke rumah, dengan bangganya dia cerita ke gw:

"Ge, kemarin papa abis berantem sama orang."

Gw: "Hah? Serius tuh? Kok bisa?"

Bokap: "Yah, taulah. Papa lagi mabuk. Trus ada orang ga sengaja nyenggol teman papa. Orang yang nyenggol juga mabuk. Trus teman papa marah. Orang yg nyenggol mau nabok...ajak berantem. Ya...papa ikutan aja..."

Orang mabuk=polos dan setia kawan?

Gw: "Hah? Terus gimana?"

Bokap: "Yaudah, berantem. Tadi papa abis nabok orang pake kursi."

Gw: "WOW! Terus?"

Bokap: "Yaa...gitu. Trus satpamnya dateng buat melerai, soalnya udah ada barang2 yang pecah."

Gw: "Hmm....." (siap2 tidur lagi)

Bokap: "Ge, jangan kasih tau mama ya. Ntar dia marah."

Gw: "Hm." (tidur)


Okay, that's the first one. Now the second one.
LEBIH SERU!

Gw lagi ngerjain tugas presentasi BI--agak panik karena ada 50 slide, belom gw kasih background semua, dan gw belom belajar sejarah sementara besok ulangan dan jam udah menunjukkan pukul 9!

Bokap pulang. Datang2 langsung cerita dengan semangat.
Here it goes:

Masih pagi. Nyokap gw abis turunin bokap di depan Ratu Plaza. Bokap lagi mau nyeberang, nungguin lampu bergambar orang jalan berubah ijo.

TING! LAMPU IJO!

Bokap gw jalan. Tapi...mendadak...

SEBUAH MOTOR MELINTAS MENEROBOS TEPAT DI DEPAN BOKAP GW!

Dengan refleknya yang ternyata masih bagus, tangan kiri bokap gw yang sedang memegang tas karton berisi bekal MELAYANG INDAH ke muka si pengendara motor.
Kena rupanya.

Si motor berhenti.
Bokap gw menatap tak bergeming.
Ada 2 orang di motor itu, pikir bokap gw. Kalo dua-duanya turun dan ngajak berantem, bokap gw pasti kalah.
Ternyata yang turun cuma satu. Yang satu lagi cewenya.

Si pengendara motor berjalan menuju bokap gw.
Bokap gw treak: "HEH! GA LIAT LAMPU YA?!"

Orang itu balas galak. Sok ngegertak bokap gw pake omongan ga jelas tapi yang penting suara ga kalah keras.
Si PM (pengendara motor) bersiap mendorong bokap gw, seperti di film2 remaja, tapi sebelum kedua telapak tangannya mencapai bahu/dada bokap gw...

BLEDUAAKKKHH!!

Sebuah ketupat ambon (baca: bogem) dengan mulusnya menghantam muka si PM. Tepat kena hidung! 1-0 untuk bokap gw...

Sebagai seorang pemuda yang tengah disaksikan pacarnya, tentu ego PM mendorongnya untuk melawan. Dia lepas helm--sebuah keputusan yang sangat salah--dan berusaha menghantam bokap gw dengan helm itu.

Syuuut! Helm lewat, bokap gw menghindar.
Kesalahan kedua PM: menumpukan semua kekuatannya pada helm.

Jadi, saat helm gagal mengenai bokap gw, si PM pun tertunduk karena kekuatan ayunan helm.
Pada saat ini, bokap gw pun mengambil kesempatan.

Tangan kirinya yang masih memegang tas bekal segera melancarkan sebuah pitingan ke leher PM.
BAHAYA: pitingan bokap gw adalah pitingan PALING MAUT! Kalo lagi maen sama gw, pitingannya itu selalu jadi senjata mematikan yang hanya bisa gw kalahkan dengan menarik bulu2 kakinya.

YAK, FATAL!
Si PM ga bisa gerak lagi.
SIAAAAAAAAAAAPPPPP...............


KETUPAT AMBON HITAM MANIS PAKE SAOS RICA-RICA menghantam mulus ke muka PM!!!!!!!!!!!!!


Bokap gw baru berhenti mukul pas dia udah mulai cape. Cewenya si PM juga udah nangis2 memohon bokap gw berhenti.
Orang udah rame.
Semua melerai, dan si PM dudul itu masih mau nyoba nabok bokap, tapi udah ditarik sama orang2.

Sebagai pihak yang cedera, semua orang lalu memperhatikan si PM.

Bokap gw, yang ga diperhatiin, dengan tenang mengambil topinya yang tadi jatuh, dan lanjut jalan dengan muka tanpa dosa. Naek ke jembatan penyeberangan, naek ke busway, dan pergi.


Tamat.

PS: ini beneran. Tangan bokap gw sampe bengkak.

Kota Tua

on Tuesday, January 13, 2009
Liburan lalu, salah satu hiburan paling menyenangkan gw adalah jalan-jalan ke kota tua dengan bokap nyokap gw.
Idenya sih dari bokap, maka pada tanggal 2 Januari lalu, kamipun pergi ke sana. Gw sih SANGAT EXCITED, soalnya inilah kegiatan kami yang benar2 berarti setelah sepanjang liburan gw kayak orang mau mati bosan di rumah.

Nah, tempat pertama yang kami kunjungi adalah sebuah rumah tua (yang dengan sangat kebetulan gw lupa namanya) yang dulunya milik seorang tionghoa. Rumah itu masih ada, tapi disekitarnya lagi dibangun apartemen. Lokasi: Jl. Gajah Mada (kalo ga salah. Pokoke GM plaza terus aja...lewatin gedung arsip).

Lanjut! Kami kemudian menuju ke arah glodok, yang secara memalukan baru gw liat. GILA ABIS! Gw jadi ga berasa di Indonesia! Berasa udah di Cina aja, hahahaha.....dan dimana2 suasana imlek udah kerasa. Buset dah tu daerah.
Di sini gw ngeliat gereja Santa Maria de Fatima.

Berikut! Kami pergi ke daerah Jakarta Utara buat ngeliat si Kota Tuanya. Tujuan pertama: Gedung Merah. Ga ngapa2in sih, cuma liat doang...lagi diperbaiki rupanya. Aroma laut yang asin mulai tercium.

Habis itu kita ke Jembatan Kota Intan. Foto2 bentar...trus lanjut lagi. Setelah memutari jalanan yang sama 2 kali, kita secara ajaibnya menemukan lokasi bersejarah lain yang ga kalah kerennya: bekas Galangan Kapal VOC.

Sekarang sih tempatnya udah berubah jadi setengah cafe, dan setengah tempat les alat musik dan tarian Cina. Unik banget! Tempat bertemunya banyak kebudayaan!

Terus dari situ, kita jalan kaki ke Menara Syah Bandar. Gw dan bokap naik sampe atas bener2 atas, trus foto2 bentar lalu turun. Kita juga ke Museum Bahari, tapi karena ternyata kurang menarik, kita cabut aja. Gw udah ngebet ke Museum Fatahillah.

YAK! Dengan sialnya sodara2, Museum Fatahillah tutup. Haha. Kupret.
Gw yang ngarep bisa liat penjara bawah tanahnya yang horor itu, SANGAT KECEWA karena ternyata penjaranya TERGENANG AIR! Sial. Banjir kok ga dibersihin sih!? Itu situs sejarah monyong!
Akhirnya kita cuma nyewa sepeda ontel setengah jam, makan es potong2 itu...dan pulang!

But...what a nice journey! I love Kota Tua!!
Foto2 di situ ajik dah. Gw masih berambisi masuk ke Museum Fatahillah plus penjara bawah tanahnya!

Bersepeda

on Monday, December 29, 2008
Dua hari yang lalu, gw dan bokap (baca: dua orang merana di rumah), melakukan kegiatan ayah-anak yang sangat romantis, yaituuuuu:

Bersepeda bersama.

Tolong, jangan membayangkan gw dan bokap bersepedan dengan sepeda 3-rangkap-1 yang punya 3 setang, 3 roda, 3 rantai, 3 kayuhan, dan 3 sadel itu. Atopun versi rangkap 2-nya.
Jangan juga ngebayangin gw dibonceng bokap, apalagi gw MEMBONCENG bokap, karena ga ada acara bonceng2an.

Jadi gw pake sepeda gw yang pink itu (krhrkrhkrhkhr....), sementara bokap pake sepeda yang kebetulan nongkrong di rumah.

Dan kamipun mulai.

Buset, bokap gw, dengan sepeda gaol ber-gear/gigi itu dengan cepat melaju. Gw, yang sepeda matic, ketinggalan mulu. Treknya bokap gw gila juga...sampe ke daerah perumahan Foresta dan Green Cove yang belom jadi, yang jalanannya bisa bikin gw ga perawan dan pantat gw bisa hilang.

Menyenangkan sih.....seenggaknya gw langsung berasa kurus (maksa).
Tapi gw ga mau lagi lewat trek Foresta-Green Cove. Lama2 pantat gw abis.

Grandma, I'm scared.

on Friday, November 21, 2008
This things started when my grandma was still in my house 3 months ago. She said her stomach were hurt, and after eating only soft things, having any kind of drugs, she went home the mistery of her stomach.

We even went to the hospital, did some rontgen, and came home with empty handed. We still didn't know what's the problem with my gradma's stomach.

A few days ago, my mom told me that my grandma was going to have a surgery. Finally, after a second check-up in some hospital, we know that her stomach....her 'usus' has an infection.

Okay. That news was 1 week ago.

Yesterday, my cousin in Ambon sms me. I thought it was just a say-hello-sms, but after I read what she wrote, I SURPRISED! She said:

"Oti (my grandma) and Opa is here, in ambon. Our house is very crowded, because the whole family are gathering here.
When will you come to Ambon?"

Okay, just IGNORE the question.
MY GRANDMA SUDDENLY IN AMBON! HER HOMELAND! AND SHE'S MAKING A FAMILY GATHERING! When I asked for what, my dear cousin answered:

"To pray for her. So her illness can go away and she can be healty again."


GOSH!
IT'S SO CREEPY! When my mom arrived home, I couldn't stop myself from asking her:

"MOM!"

"Huh?"

"MOM! GRANDMA IS IN AMBON NOW!"

"Yeah."

"SHE'S MAKING A FAMILY GATHERING!"

"Oooh.."

"MOM!"

"Hm?"

"IS GRANDMA DYING??! BECAUSE THIS IS JUST LIKE IN THE MOVIES!!"

okay, maybe watching too many drama movie isn't good. But....I got all the prove! My grandma suddenly went to Ambon after she knows that she's going to have a surgery (it's like she want to be in the place she was born to face her death), and she's making a family gathering (like she want to see all the family before her time comes).

GRANDMAAAAAA!!!!!!!

"No." my mom answered calmly.

"THEN??"

"Well, you see....she's old. When she heard about the surgery, she was scared and decided not to do the surgery."

"SO??? SHE'S REALLY GONNA DIE?? THIS IS SO HORROR MOM! HORROR!!!"

"Let me say it like this. There is a snake in the house. Now, it is not important WHERE or HOW the snake came to our house, but what is more important is GET RID of the snake. THEN, we can asked to someone how could the snake got into the house. Grandma and grandpa are too worrying about the HOW, because the doctor couldn's answer that....and so.....this is what happened."

"Soo.....grandma is okay?"

"Well, not really.....but I think she'll be alive."

".........nice..."

HIH!
on Thursday, July 3, 2008
Kabar pertama: PUZZLE SELESAI, SODARA-SODARA!!!!!

Kemaren tepatnya. Senang...sekaligus rada berat 'melepasnya', soalnya gw kembali dalam keadaan GMA, alias ga melakukan apa2. Hari ini gw menjalani idup dengan hanya memasak sarapan, nonton tipi, latian gitar, nonton tipi, mengamati Butter, pergi les...dan kegiatan ga penting lainnya. Selain fakta bahwa gw hanya mandi sekali sehari selama liburan ini *buka2 aib!*.


Yah, untuk postingan kali ini gw akan cerita tentang pengalaman gw ke PBJ berduaan bersama Nana.

Nah, kami berdua pergi ke sana hari selasa lalu. Seperti biasa, naek trans bsd. Turun depan gerbang istora, terus jalan kaki ke dalem. Nyampe di sana, kita berdua muter2 ke sana dan ke mari. Nana, yang udah ke sana duluan, sampe udah punya peta dan daptar penerbit buku di sana....*plok keplok keplok keplok!!!*.


Setelah berjalan di bagian penerbit gramedia, si Nana tiba2 berkata.
"Geb, ntar gw tunjukin dimana gw pertama kali ketemu dia."


Okay, first I was a little bit confused about who 'him' is, but then...she told me, so I knew. So, while we walked, at one point we stopped, and then Nana said that it was the place. The Ground Zero. Where she first met him sometimes about a year before.


Jadi, setelah menceritakan kisah pertemuan mereka, wajah Nana udah mule terlihat mellow. Gw pun mengheningkat cipta di tempat itu...*iya, ga penting, gw tau.*


Maka kami pun berkeliling lagi. Seperti biasa, gw sangat tergoda dengan stand2 yang menjual buku2 tua. Gw singgah di salah satunya, dan menemukan sebuah buku yang memuat iklan2 jaman dulu, yang ternyata lucu banget! Gw langsung berhasrat untuk membeli, tapi setelah gw tanya harganya, gila bo...


Rp 100.000,00
(terbilang: er pe seratus ribu koma nol nol.)


Gw terpaku.
Mengecek saku:
Sisa duit: 120rebu.
Yang masih mau dilakukan: makan, beli beberapa buku, pulang naek trans.

Keputusan akhir: ga jadi beli.

Solusi: telpon nyokap. Menggoda nyokap dengan kata2 manis yang mempromosikan betapa lucu dan bagusnya buku itu, terutama tentang iklan bergambar beha dan bertuliskan KUTANG di atasnya.

Hasil: nyokap tergoda. Maka hari minggu nanti, (mudah2an jadi) ga mau ke sana lagi, nyari buku KUTANG itu...hope it still there!

The Trip Story 1: Bandung dan Rel Kereta Tali Beha.

on Monday, February 11, 2008
Yak. Dalam episode ini, setelah lama sekali tidak menulis blog, akhirnya gw akan memberi posting baru. Dengan cerita baru pula.

Hmm…mungkin ada baiknya gw ceritakan perjalanan gw yang sebelumnya dulu. Waktu libur tanggal 10, gw dan bo-nyok pergi ke Bandung. Yup, my first trip to Bandung…with my parent! One of the day I will remember on my last days.

Oke. Kita semua naik mobil avanza, yang adalah mobil kantor bokap. Yaiyalah ya, pake avanza. Masa mobil atoz gw yang seuprit itu disuruh jalan ke bandung?? Lamaan gw nunggu mesinnya dingin daripada perjalanannya….
Nah, kita melakukan perjalanan melalui tol cipularang yang baru itu. Gila, naik turunnya asoy barosoy banget!! What a wonderful trip.
Setelah dua jam, tibalah gw di Bandung. Kesan pertama: wow. Iya, Bandung itu asik dah. Kotanya yang masih kuno-kuno gitu. Disana-sini masih banyak bangunan peninggalan Belanda yang khas banget itu. Trus di Bandung banyak pohon, jadi kotanya teduuuuuh abis. Cinta dah, ma Bandung. Loph at da pirst taim….^^!

(berhenti sebentar. Gw habis mengengok ke tipi dan baru saja melihat seekor bunglon, yang mata kiri dan kanannya ga singkron, melahap sesuatu yang seperti kulit lamanya sendiri, setelah ganti kulit. Waktu bengong untuk adegan ini: 3 detik.)

Singkat sadja, gw kemudian pergi makan ke Pondok Daun (wuenak thenan, bowh!! Apalagi suasananya…). Trus putar sana-sini. Trus gw dan nyokap pulang naek kereta, sementara bokap tinggal karena masih ada urusan. Emang sebenarnya gw dan nyokap cuma nemenin bokap.
That was my first trip with train. I always dream to go to some place with train, and that day, my dream was came true…at last. Gw naik kereta sore. Selama perjalanan, gw melewati jembatan menyeramkan yang adalah peninggalan Belanda juga dari masa pendjadjahan dulu. Kenapa menyeramkan? Karena jembatan itu benar-benar cuma satu rel PAS dan jaraknya ke bawah…..gw ga berani bilang. Liatnya berani, ngitung jaraknya malas. Sono kasih buat anak ipa.

Oh ya, satu hal yang membuat gw agak bete di perjalanan. Agak bego sih. Jadi begitu gw liat rel, gw langsung teringat akan pelajaran fisika pas SMP yang mengharuskan kita menghitung jarak antar rel yang tepat supaya saat suhu tertinggi dan terjadi pemuaian, rel2 tsb nggak saling bertabrakan.
Hahahah……dasar fisika terkutuk. Kenapa lo nggak ilang2 dari pala gw?!! >.<

Yah, pokoknya begitu. Trus, dalam perjalanan, tiba2 nyokap bilang begini: “Ge, jembatan menyeramkan ini kayak tali beha, dong, ya?”
Gw: “Kenapa?”
Nyokap: ”Menghubungkan dua bukit, hehehe….(ekspresi riang agak dodol)”
Gw: “Oooooh….heheheh…iya juga ya…heheheh…kita sebutnya jembatan tali beha aja ya…heheh….(cengengesan goblok)”

Begitulah, percakapan dodol dua orang ngantuk yang lagi nahan pipis di kereta. Gw ga berani pipis di situ, karena sumpe toiletnya jorok abis. Kalo beneran pipis gw bakal jatoh langsung ke rel, bisa2 kereta setelah gw kecelakaan dong. Trus besoknya, muncullah berita di KOMPAS dengan headline: Kereta Jurusan Bandung-Jakarta Tergelincir dari Rel: penyebab kecelakaan diduga akibat air seni dalam jumlah besar yang ada di rel.

Gak lucu dah.

Kereta yang gw naiki lamaaaaaa banget-sebanget-bangetnya! Dasar KELET: kereta letoy (maksa amat, geb…bagusan juga KETOY…*tetep*). Gw tiba di Jakarta malam, sekitar jam 9 gitu. Trus dari Gambir naik taksi express tarip lama ke BSD. Trus masuk rumah. Tidur. Ohya, pas sampe Gambir, hal pertama yang gw dan nyokap lakukan adalah cari toilet. Sungguh misi mulia.

OOOOOKKEEEEE…..that’s my story from Bandung.
Stay tuned for tomorrow, coz I’ll tell you about my trip in MAKASSAR! My beloved hometown!!

Another fault, another problem...waiting God's answers is soooooo boring//

on Wednesday, December 19, 2007
Man, gw terlibat masalah lagi. Kenapa masalah selalu mengerubungi gw? Gw bukan setoples penuh gula, wahai semut-semut masalah!!

Jadi begini. Gara-gara sebulan lalu gw kebanyakan pake telepon, terutama gw pernah nelpon si *piiip* selama 30 menit (yang menghasilkan tarif sebesar 61 ribu..), nyokap gw kemaren ngamuk2 luar biasa gara-gara tagihan tersebut. Believe it or not, my tagihan is 351ribu. WooooW!!!! Ini rekor seumur hidup gw. Nyokap sampe ngancam mau menjual hape gw tersayang itu. Tapi nampaknya ancamannya turun setingkat, menjadi menyita hape tersebut. Yasudah, sita saja, ma. Yang penting jangan dijual.

Kenapa nyokap gw sampe marah besar? Karena keluarga gw lagi sangat krisis duit. Om gw yang di Makassar maoe merit. Merit itu butuh duit banyak. Opa gw udah pensiun. Dia mau renov rumah karena om gw dan calon istrinya mau tinggal di situ. Itu juga butuh banyak duit. Sekali lagi opa gw udah nggak kerja. Karena dia pegawai swasta, nggak ada yang namanya uang pensiun.
Opa gw butuh duit banyak. Yang dia punya terbatas. Jadi, sebagai ayah yang baik, ia minta duit pada anaknya, yang adalah nyokap gw. Nyokap gw, sebagai anak sulung perempuan yang bersahaja, sayang orang tua, rajin menabung, dan berasa jutawan itu..meminjamkan (atau memberikan? gw nggak tau) duit. Jumlahnya....pokoke banyak.

Nah, karena nyokap gw bukan pegawai kantoran, jadilah dia lagi krisis duid sekarang. Oke, nyokap ngamuk. Itu wajar, gw tau gw salah. Yes, mother, I'm very aware of it. That's why I try to deal with it. I try to find the way out. Nyokap bilang dia nggak mau bayar duid telpon itu. Gw bilang, gw akan bayar. Dan itulah yang sedang gw lakukan. Gw tukar euro gw, sejumlah 30 euro (buset, bo, ternyata sekarang euro itu 13rebu!!!! *berapaaa???-tiga belas, geb, TIGA BELAS-*) dan dapetlah gw 400rebu. Ntar, gw mau ngasih duit itu ke nyokap.

Satu lagi kekhawatiran gw. Ini sangat mengganjal hati gw. Selalu. Dan gw rasa ini akan sangat berpengaruh pada masa dewasa gw.

Ambil raport.

Oke, sejak masuk bahasa, gw cukup bisa menjamin bahwa raport ulum gw nggak bakal ada merahnya. Kecuali mat, gw rasa. Tapi selebihnya pasti item. Nggak kaya pas kelas 1, saat kimia, fisika, dan bio terkutuk itu masih ada.
Satu merah saja, tamatlah gw. Itu perjanjiannya.
Hhhh, why God, why my mother always want me to get to IPA class?

Ini beneran. Nyokap gw, entah kenapa, juga bokap, SUNGGUH SANGAT AMAT TERLEBIH NAN JUA.....

M-U-N-A-F-I-K!

Mom, dad, I hope you read this.

Mereka, saat gw cerita bahwa gw merasa cocok di bahasa, mereka akan ikut menyemangati gw, mendukung gw, tersenyum buat gw, memuji gw. Tapi pas mereka marah2, terutama nyokap, dia menyinggung lagi soal itu. Lagi...lagi...Lagi....dan LAGIIIIIII!!!!
Gw cape banget. Gw tau, mungkin dengan usaha yang sangat amat keras, gw bakal bisa masuk IPA. Tapi masalahnya GW GA SUKA!! Sumpah, gw benci banget belajar mat, fisika, kimia. Kenapa gw ga suka? YA KARENA TUHAN UDAH NYIPTAIN GW KAYA GITU!!!!! Ma, LO nggak bisa maksa GUE buat mengikuti apa yang LO mau! I'M NOT YOU!! YOU TOO, DAD!

Gw tuh heran banget. Kalo gw melakukan kesalahan, nyokap nggak pernah kasih gw kesempatan satu kali untuk memperbaikinya. Memang, gw selalu baru nyadar di akhir. Tapi, itu membuat gw iri sama bokap. Dia melakukan kesalahan yang benar-benar fatal! They even almost divorced! Tapi nyokap gw malah maapin dia. Ngasih dia satu kesempatan. Padahal peristiwa itu bukan yang pertama kali!!! Dan bokap gw bahkan mempertaruhkan sesuatu yang lebih besar: KEUTUHAN KELUARGA GW!!

Kenapa kalo gw yang salah nyokap nggak pernah ngasih gw kesempatan. Nyokap bahkan nggak mau tau bahwa nilai gw itu membaik di kelas 2 ini, yang dia mau tau cuma ada merah ato nggak! Ma, kalo gw emang nggak seperti yang LO harapkan, BUANG AJA GW JAUH-JAUH DAN GANTI DENGAN YOHANES SURYA, SI JUARA OLIMPIADE FISIKA ITU!!!!

Sekarang gw mau nanya, siapa yang karena kebodohannya malah sampe h**** tujuh belas tahun lalu?? Siapa yang karena apa yang disebut cinta sampe rela kuliahnya terhambat? Kalo LO tau apa itu sakit hati, maka LO harusnya tahu perasaan gw!!!

Sometimes I felt so angry untill my tears gone out. I hardly tried to remind myself that i cried because of angry, not sad.

No words can heal a broken heart....

Oh ya, hari ini nyokapnya *piiip* meninggal.
I'm sorry for you.
You don't have to ask me to pray for her.
You know, I pray for you everyday. For her too...
Just look to the sky..
Because if you do it, you will see what I see.

You'll se her, smiling to you. And you can see also, a man with very bright light in his face beside her.

It's God himself. So don't worry. She's right there, beside God.



Hhhh.....I need to pray for myself too.