Showing posts with label Butter Milk. Show all posts
Showing posts with label Butter Milk. Show all posts

Butter hilang!

on Saturday, December 20, 2008
HUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!


BUTTER MILK, kelinciku tersayang yang gendut itu

H.I.L.A.N.G

Kalo ada yang ngeliat dia, ato lebih baik lagi KALO ORANG YANG NGAMBIL DIA BACA BLOG INI:

TOLONG KASIH TAU GW atau BALIKIN KELINCI SAYA!! MENDING NYURI AYAM TETANGGA AJA, TAPI JANGAN KELINCI SAYA!

Kalau anda pikir anda tau bagaimana cara merawat dan menangani dia, ANDA SALAH BESAR! Karena itu BALIKIN!

me.butter.

on Friday, October 31, 2008


Bukan, ini bukan siluman titisan nyi pelet lagi foto sama putri kecantikan di gunung bromo.
Ini juga bukan foto fenomena kelinci ghoib.
Ini foto seekor kelinci gembrot dengan pemiliknya yang terkadang berusaha memiripkan diri dengan kelincinya.

BFC (Butter Fan Club)

on Wednesday, October 29, 2008

Butter Milk, the SEXY.FATTY.GRUMPY.bunny


Tersebutlah seekor kelinci gendut berusia 2 tahun bernama Butter Milk. Jangan tanya kenapa namanya bisa begitu. Ia pun tak mengerti. Mungkin tuannya memiliki alasan tertentu yang tak ia mengerti. Jelaslah! Bahasa mereka berdua beda. Ibaratnya para pekerja menara babel.


Dalam 2 tahun yang panjang ini, umur kelinci betina itu bisa dikatakan sudah tua. Bulunya yang perpaduan coklat-putih mulai sering rontok. Ia juga mulai malas bergerak. Apalagi sejak datangnya si kelinci baru, Milo. Ia merasa diduakan. Mulai tergantikan. Dan tabiatnya yang pemarah menambah cepat proses penghapusan dirinya.


Hari itu ia seperti biasa sedang tidur di parit pendek di halaman depan. Udara yang panas membuat bulu-bulunya yang tebal rontok. Napasnya memburu cepat karena kepanasan.


Siang yang tenang. Beberapa kendaraan lewat namun tak dipedulikannya. Lalu tiba-tiba, sebuah suara keras menggelegar memecah damainya hari.


"IIHH! LIAT DEH! KELINCINYA GEDE BANGET!!"


Butter terkejut. Telinganya yang panjang segela berdiri awas. Matanya membelalak. Lebih banyak suara lagi yang berdatangan. Lebih banyak orang...banyak teriakan....

Ia bangun dari parit. Berdiri siaga.



* * *



Waduh, pikirku kesal. Kulihat segerombolan anak kecil--kira-kira berusia 6 sampai tujuh tahun berdiri di depan pagar rumahku. Suara-suara mereka yang berisik langsung mengusik emosiku, dan ketidaksukaanku pada anak kecil kembali muncul. Ya, aku tidak begitu suka anak kecil. Aku anak tunggal. Tidak pernah merasakan punya adik atau kakak. Aku juga tak begitu tertarik untuk memiliki salah satunya.


Para anak-anak itu menatap sesosok besar berwarna coklat di halaman. Kuikuti arah pandang mereka. Ah, Butter.


SIAL! Si Butter kan sudah sering ke halaman, kenapa baru sekarang mereka lihat?? Apa selama ini ia kurang besar?? Apa ini kelinci pertama yang pernah mereka lihat? Mengapa mereka harus menjadi begitu berisik? IYA, DIA BESAR, DIA GENDUT. Nah! Sekarang mereka menghebohkan soal dia yang makan rumput. MEMANGNYA KELINCI BIASA MAKAN APA?? KENARI??


Mereka mulai tertarik.

Keesokan harinya mereka datang lagi.

Juga besoknya.


Ada kalanya seminggu penuh mereka menghilang. Atau lima hari...atau bahkan sebulan hidupku damai.


Namun bila mereka datang.....BERISIK!! HIH!

Itulah mengapa aku sangat membenci anak kecil.

Kasihan Butter. Apa ia merasa terganggu?



* * *



Wah, anak-anak itu datang lagi, pikir Butter senang. Dilihatnya wajah mereka yang gembira, penasaran, serta bersemangat melihat sosoknya.


Aku diperhatikan lagi.

Ada yang senang melihatku melakukan apa saja.

I'm still the boss...






Cerita ini, yaitu bagian akhir, adalah fiktif. Gw ga bisa bahasa kelinci, dan gw ga pernah tau perasaan si boss soal fansnya itu. YANG JELAS....gw bete sumpe sama anak2 itu. Awalnya sih masi gw ladenin, tapi mereka udah mule nanya pertanyaan yang aneh2 pada gw soal si butt (contoh: 'kaka, si bater suka main di selokan ga?' ato 'kaka, si bater gede banget. segede jerapah, HAHAHAHAH!')

IYA, GW TERGANGGU BANGET SAMA HAL ITU!

BERISIK!


Cih.

Butter Milk

on Friday, December 28, 2007
Ya, tiada cerita bisa habis untuk dituturkan tentang kelinci *benarkah ia kelinci??* mutan satu ini. Tidak lain memang iya adalah kelinci gw sendiri. Namanya Butter Milk. Diambil dari buku anak2 yang dulu gw baca saat masih anak2. Di buku itu emang bercerita tentang seekor kelinci kecil berwarna coklat-putih bernama Butter Milk. Karena mirip, yah gw namain sama. Panggilan Butter bisa beragam. Mulai dari bahasa Indonesia, Makassar, Inggris, Belanda, sampe Jerman dan Ambon. Antara lain: Butt, Buter (baca gaya orang nggak tau bahasa inggris), Butty, But-but, Gendut, Ndut, Bulet, Bundar, Batala (gendut, Makassar), Co'mo' (gendut, Makassar), Pantat-Eh-Susu (terjemahan harafiah namanya-->Butt-er-Milk), Butter Melk (Belanda, kalo nggak salah), Bulu, Mbul, Kuping, Pantat Besar, Durchfall (mencret, Jerman), Stuhlgang (tai, Jerman), Idung Putih, Nakal, Buuuuut, dll.

Ceritanya simpel ajah, kelinci gw makin menjauhi kodratnya sebagai hewan herbivora dan mulai mendekati manusia sebagai omnivora. Beberapa hari yang lalu, gw dan keluarga menemukan fakta baru: Butter nggak mau lagi makan pinggiran roti sisa gw yang biasanya disambut dengan semangat oleh hidung putihnya itu dari kandang. Fakta aneh kedua, adalah kelinci jejadian ini suka permen Liquorice!! Setelah berhasil melewati eksperimen sinting gw memberi makan dia permen karet, sekarang dia makan permen Liquorice yang rasanya ajubile-kandang itu!!

W-O-W....

Untungnya gw belum pernah coba makanan ini ke dia: sambel, sate kelinci, sate kuda, soto2an, daun pintu, daun jendela, dll.