Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Silencio

on Tuesday, May 17, 2011
In silence I found peace.

In silence God speaks to me.

In silence anger swallowed.

In silence I finally found you.





Just finished watching the latest episode of CSI 11 on AXN...if you know which episode.

Goodbye!

on Saturday, April 30, 2011
Jika Tuhan menghendaki, saya akan jadi pacar kamu.
Jika Tuhan menghendaki, saya akan dilamar kamu.
Jika Tuhan menghendaki, saya akan berdiri dengan kamu di altar.
Jika Tuhan menghendaki, saya akan bercinta dengan kamu.
Jika Tuhan menghendaki, saya akan melahirkan anak kamu.
Jika Tuhan menghendaki, saya dan kamu akan merayakan pernikahan emas.
Jika Tuhan menghendaki, saya akan dampingi kamu sampai mati.

Nyatanya Tuhan tidak menghendaki.
Makanya sekarang saya menatap kamu dari atas liang lahat.

Selamat tinggal, sayang.

Rindu

on Monday, February 28, 2011
Saya rindu masa itu
Jalan kita satu arah
Kita punya banyak waktu
Tak tahu apa amarah

Saya rindu kita bersama
Duduk sembari bersantap
Tak kenal apa agama
Cerita sampai gelap

Saya rindu saat tertawa
Lepas bebas dari hati
Anak-anak Adam dan Hawa
Hal baru setiap hari

Saya rindu
Bertemu karena rindu
Tertawa karena mau
Cerita karena mau



I miss semester 1...

It's Kinda Late, But...

on Wednesday, January 12, 2011
Semua orang bisa menulis
Tapi sedikit yang bisa jadi penulis

Semua orang bisa berbicara
Tapi sedikit yang mampu jadi pembicara

Saban perempuan bisa punya anak
Tapi sedikit yang bisa jadi ibu

Semua orang bisa menyanyi
Tapi sedikit yang bisa baca not

Semua orang bisa bersekolah
Tapi sedikit yang bisa jadi pelajar

Satiap muda-mudi bisa beli kamera
Tapi sedikit yang sungguh-sungguh fotografer

Semua orang bisa nonton film
Tapi sedikit yang menyebut dirinya kritikus film

Semua orang bisa jadi politikus
Tapi sedikit yang jadi negarawan

Semua orang bisa jujur
Tapi sedikit yang berpikiran lurus

Semua orang bisa bekerja
Tapi sedikit yang punya ambisi dan visi

Semua orang bisa percaya
Tapi sedikit yang tetap setia

Semua orang bisa jadi kaya raya
Tapi sedikit yang mau berderma

Semua orang bisa beragama
Tapi sedikit yang beriman

Setiap orang bisa menyerah
Tapi tidak semuanya berarti gagal

Saban laki-laki bisa jadi perkasa
Tapi sedikit yang jadi gentleman

Setiap orang bisa menantang
Tapi sedikit yang berani maju muka ketemu muka

Semua orang bisa jadi tentara
Tapi sedikit yang jadi pahlawan

Setiap orang punya mimpi
Tapi sedikit yang berusaha meraihnya

Setiap orang bisa percaya diri
Tapi sedikit yang menghargai dirinya

Setiap orang bisa memberi
Tapi sedikit yang peka

Setiap orang bisa berpikir
Tapi sedikit yang bangun dan mengerjakannya

Semua orang bisa jadi imam pada agamanya
Tapi sedikit yang jadi martir

Saban orang bisa tertawa
Tapi tidak semua merasa bahagia

Setiap orang bisa hidup senang
Tapi sedikit yang sadar untuk bersyukur

Setiap orang di Indonesia bisa jadi nasionalis
Tapi sedikit yang jadi pluralis



Mengenang wafatnya KH Abdurahman Wahid (Gus Dur)
30 Desember 2009

Kepada Georgine, Dari Seseorang di Seberang Cermin

on Sunday, December 5, 2010
Titip salam untuk kamu
Untuk kamu yang dulu
Yang dulu senang bercanda
Senang bercanda dan tertawa untuk kehampaan

Titip rindu untuk kamu
Untuk kamu yang waktu itu
Waktu itu suka merenung sendiri
Merenung sendiri dan menuliskannya dalam kata

Titip kecup untuk kamu
Untuk kamu yang kala itu
Kala itu selalu mencinta
Selalu mencinta pada kesederhanaan dalam hati

Terakhir, titip kata untuk kamu
Untuk kamu dan masa mudamu
Masa mudamu yang berlalu dan kamu yang tak sama
Tak sama dalam rupa, kata, dan hati

Saya tetap dan selalu sayang sama kamu.

Imperfect Angel

on Tuesday, November 16, 2010
Ketika keluh mereka sulit terjaga saat fajar
Mataku terbuka bersama waktu
Ketika keluh mereka tak sempat mengolah raga
Setiap pagi tak lupa aku sit up

Aku membasuh tubuhku dengan sabun terbaik
Mencuci rambutku dengan syampo terwangi
Kujaga mereka bak harta karun
Kurawat mereka dengan penuh kasih

Kuberikan wewangian terbaik
Kupoleskan wajahku dengan riasan termahal
Ketika keluh mereka badan tak sedap, wajah bernoda
Kupandang wajahku mulus di cermin, kuhirup wangi tubuhku

Kukenakan pakaian di badanku
Yang dikeluhkan mereka tentang berat badan, tak pernah jadi masalahku
Pantas aku memakai baju apapun
Sanggup aku membeli semua baju yang kumau

Mobil aku punya, lengkap dengan pengemudinya
Sekolah aku bisa, di manapun dengan biaya seberapapun
Rumah aku punya, mewah dan apik
Uang aku punya, yang kata mereka tak habis tujuh turunan


Namun segala wajah indah,
Pakaian ternama, tubuh idaman
Tak membuat mereka berpaling dari kakiku

Sebab aku hanya punya satu kaki.






note: perfection is impossible. I think even God have wrinkles.

Alter Ego

on Saturday, October 23, 2010
Kalau saya tidak punya mata,
Saya tidak perlu melihat semua wajah yang munafik itu.

Kalau saya tidak punya telinga,
Saya tidak perlu mendengar semua bisik cerca itu.

Kalau saya tidak punya hidung,
Saya tidak perlu mencium wangi parfumnya.

Kalau saya tidak punya mulut,
Saya tidak perlu berkata bohong.

Kalau saya tidak punya kulit,
Saya tidak perlu merasa semua sentuhan palsu itu.

Kalau saya tidak punya otak,
Saya tidak perlu repot-repot mengingat dia.

Kalau saya tidak punya hati,
Saya tidak perlu susah payah menghapus rasa itu.

Kalau saya tidak punya kaki,
Saya tidak perlu mengejar dia.

Kalau saya tidak punya tangan,
Saya tidak perlu melambai padanya.

Kalau saya bukan saya,
Saya tidak akan pernah suka padanya.

She Is...

on Wednesday, October 20, 2010
She is not the girl in every love song.

Not the girl to whom every poet wrote a love poem for.

No Kahlil Gibran to write her a prose with beautiful words.

She is not the girl whom the love letter was sent to.

Nor the owner of the name who was written in it.

She wasn't the inspiration of any great stories.

And no one fought on behalf of her name.

She is not a hero.

No street or bridge used her name.

She's no one famous.

Not a cover girl, or any video-sensation.

She's not an idol.

No one screams her name in hysteria.

She did nothing special.

She never invent anything.

She never travel anywhere.

She's not royalty.

No crown made for her.





She sleeps inside a womb.

While her mother think of a name.

One day she might become someone. Any one from above.

But she may have to wait...for couples of month.

Nostalgic Afternoon

on Wednesday, October 13, 2010
BSD, pukul 14.40
Di suatu sore yang biasa, di hari Rabu yang biasa.

Kembali melewati rute yang sama. Pasar Modern, berbelok, pohon rindang di sudut, angkot-angkot yang sedang parkir. Tanjakan curam yang sama, gundukan yang sama, suara dari Masjid yang sama.

Aku duduk lagi di meja komputer. Menghiraukan urusan mandi atau bersih-bersih lainnya. Menyalakan komputer, lalu duduk dan mulai terbenam dalam duniaku sendiri.

Kapan terakhir kali kejadian ini berlangsung?

Dua tahun yang terasa sangat lama. Dua tahun aku melupakan tradisi ini, namun dalam hitungan detik aku kembali teringat.

Siang hari di BSD yang menenangkan. Ritual sepulang sekolah yang sama dalam rumah yang sama. Dulu, seragamku akan bertebaran dimana-mana tanpa kupedulikan lagi. Langsung mengenakan pakaian rumah seperti sekarang, namun kini yang bertebaran adalah jeans dan tas kuliahku.

Aku menengok ke belakang, ke halaman berumput hijau yang dimandi sinar matahari sore yang khas itu. Kucingku tertidur di atas keset, lupa untuk mengeong dan minta makan padaku.
Sama seperti dulu, hanya saja dulu dengan kelinci.

Apa pikirku ketika aku melewati jalan itu dulu? Pernahkan aku berpikir bahwa suatu hari nanti ritual ini akan sangat kurindukan? Akankah aku tahu bahwa kelinciku akan hilang? Akankah aku memiliki gambaran bagaimana rumitnya dunia kuliah?

Kurasa tidak.
Berjalan kaki, atau sambil naik sepeda, yang kupikirkan hanyalah makan siang apa yang sudah tersaji. Lelucon bodoh yang baru saja membuatku tertawa sampai menangis. Adik kelasku yang lucu. Guru atau pelajaran yang menyebalkan.
Atau terkadang, sejauh esok hari. Tentang tugas atau ujianku yang menanti.

Suatu sore yang sama, dipisahkan sepasang tahun.
Dari sepasang tempat antah berantah.
Untuk pulang.

BBB (Bukan Benjamin Button)

on Sunday, October 10, 2010
Mereka bilang ingin kembali ke masa itu
Masa kecil, saat masih lucu
Pipi yang gembul itu
Wajah yang lembut itu
Fikir yang polos itu
Dunia yang (rasanya) mudah itu

Namun jika saya pikir lagi, saya tak mau
Siapa yang mau?
Memakai popok lagi
Berjalan oleng lagi
Baju-baju kotor terkena muntahan itu lagi
Sepatu yang berdecit-decit itu lagi
Mainan berisik itu lagi
Takut pada gelap lagi
Diberi ancaman khas para orang tua lagi
Berbicara tanpa bahasa, dan hanya tahu menangis

Cukup, satu masa saja.
Tidak perlu diulang, tidak mau kembali.
Saya rasa sudah cukup,
Jika badan bertumbuh, namun pikiran, hati, dan kebiasaanlah yang tidak ikut serta.

Maaf, kalau sepertinya saya penipu dan pembohong.
Karena kedewasaan saya tidak singkron luar dalam.
Tetapi saya selalu menatap ke depan.
Dan suatu hari nanti, bisa mengenalkan diri dengan bangga

Saya, wanita.

Ada Puisi di AADC

Siapa sih orang Indonesia 'gaul' yang ga tau film Ada Apa Dengan Cinta?


Film oke berbintang utama Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, yang membuat keduanya langsung jadi bintang idola remaja dan ujung-ujungnya jadi bintang iklan handphone Samsung.


Yang mengangkat lagi tema percintaan remaja dalam kancah perfilman Indonesia.


Yang membuat nama 'Rangga' jadi identik dengan 'puisi' *sotoy*.








OKE, kenapa gw membahas tentang itu pada postingan kali ini? Jadi ceritanya demikian:
Entah ada angin dari mana, tiba-tiba bokap gw memutuskan untuk merombak letak perabotan-perabotan di rumah gw. Salah satunya adalah dengan menggeser lemari barang-barang ke dalam kamar gw.

Lemari barang ini isinya memang barang-barang gw. Barang-barang yang menurut nyokap masuk dalam kategori SAMPAH, tapi bagi gw lebih enak disebut KOLEKSI.
Nah, dalam lemari ini gw juga menyimpan segala macam buku-buku dan dokumen-dokumen, diantaranya skrip-skrip drama yang pernah gw bikin, cerpen-cerpen yang gw buat, dll.

Dan benda paling tua yang ada di dalam situ adalah sebuah buku harian.
Buku harian gw dari jaman SD kelas 5, yang berarti usianya sudah sekitar 10 tahun.

Penasaran, gw baca-baca lagi buku harian gw itu....
...dan menemukan betapa LABILnya gw dulu, MUHAHAHAHAHAHAHAHAHAH!!!

Gobloknya lagi, diary itu sudah pernah dibaca oleh beberapa orang.
Mudah-mudahan mereka melupakan segala kelabilan gw, amin.

Nah, salah satu yang menarik adalah...

GW MENEMUKAN 2 BUAH PUISI DARI FILM ADA APA DENGAN CINTA DI SANA!!

Ternyata saking sukanya gw pada kedua puisi itu, sampai-sampai gw hafal dan gw tuliskan dalam diary gw.
Dan karena puisi ini merupakan bagian dari sejarah perfilman Indonesia *halah*, jadi gw akan memberikan dia kehormatan untuk ditulis dalam blog gw.


PUISI #1 (puisi Rangga yang menang lomba puisi di SMA-nya...kalo ga salah)

Ku lari ke hutan, kemudian menangisku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau ke pasar
Bosan aku dengan penat, enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Kenapa tak pecahkan saja gelasnya biar ramai?
Biar beradu sampai gaduh
Ah, ada malaikat
Menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?
Atau, aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?


PUISI #2 (puisi Rangga di bagian akhir diary-nya, yang ditinggalkan buat Cinta)

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenanginya racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan telah tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga
Dari mata seorang awak
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku cuma ingin kamu
Itu saja



GIMANA, GIAMANA???
ASSSSEEEEEK bukan? Gila, gw aja pas baca puisi ini lagi, sampe treak2 "ciye" sendiri di kamar, terus cekikikan tolol, sampe akhirnya terhenti karena batuk gw kumat. GILA, puisi ini dari jaman kapan banget, dan mengingat dulu gw bahkan menghafalkan puisi-puisi ini juga sama GILAnya, MUAHAHAHAH!!

Yah, okelah. Sekian saja nostalgianya malam ini.
Selamat malam, BSD.
Selamat malam, cahaya.
Selamat datang, mimpi.

Untuk Dia

on Sunday, October 3, 2010
Mari saya ceritakan
Tentang seseorang saya pikir saya kenal
Yang untuk dia apapun saya ceritakan
Karena pada dia, dulunya saya kenal

Yang saat waktu memisah saya rindu
Untuk bicara untuk bercanda
Karena semua hanya dia yang tahu
Yang nyatanya singgah di hati saya

Waktu pula pertemukan saya dan dia
Tapi ruang nyata kalahkan waktu
Tak ada lagi berbagi cerita
Tak pernah lagi berbagi lagu

Saya pikir-pikir lagi
Sungguh bodoh ada rasa ini
Tapi dusta nyata tiada guna
Karena memang saya rindu dia

To You, Everywhere You Are...

on Wednesday, September 8, 2010
It's night, so I'll start with a goodnight.

Goodnight you!
May you have a lovely sleep and great dreams.
If it's a bad dream, just open your eyes and it's over.
But I hope you dream of me.

Tomorrow's a new day, so prepare it well.
We might meet each other. Or..maybe another day.
But I know I'll find you.
So I'm not going anywhere.

Hang out with your friend!
Who knows today we'll be introduced to each other.
I'll let you start the conversation.
But don't be shy to express your feelings.

To you, everywhere you are.
I believe you are my half.
We'll meet each other in the end, because the world is round.
Just trust the time. He'll bring us together.

Numbers

on Sunday, September 5, 2010
1 person where I lay my faith is God.

2 things I love the most are my gadgets and my 'romol'

3 persons I always listened to are my mother, my father, and my grandfather.

4 persons that stick with me for long: Cathy, Vernita, Yessica, Nana.

5 months to my cousin's birth.

6 months since my grandmother's death.

7 years I've been living in Jakarta.

8 months I've use my current handphone.

9 must-bring things in my bag: iPod, handphone, stationary, notes, handycam, face paper, tissue, wallet, keys.

A Late Notes

on Monday, August 30, 2010
Here I am, sitting in front of my computer at my room in BSD, which I've found harder to be left behind when it's time for me to be back to my kosan room, with its hotness and dust.

Untuk Kamu, yang telah menciptakan saya ke dunia ini,
Saya masih punya banyak doa, tolong jangan bosan dulu.

Untuk kamu, yang telah melahirkan saya,
Yang telah mengajarkan saya untuk menjadi wanita seperti kamu,
Yang telah memanja saya dengan hebatnya,
Yang telah mengemban nama 'mama' beserta segala tanggung jawabnya,
Saya sedang mendewasa, tolong selalu dibimbing.

Untuk kamu, yang telah membuahi saya,
Yang selalu membuat saya tertawa
Yang sabar mengajar saya,
Yang telah mengemban nama 'papa' beserta segala perjuangannya,
Saya masih banyak tanya, tolong sediakan jawaban.

Untuk kamu, yang tidak datang dua kali,
Yang telah saya raih ataupun lewatkan,
Yang selalu ada namun selalu juga hilang,
Yang mengantar saya pada pengalaman yang tak terlupa,
Saya selalu menunggu, bertandanglah lagi.

Untuk kamu, yang selalu berganti,
Yang membuat saya menangis saat sedih,
Yang membuat saya tersenyum saat bahagia,
Yang beralih tanpa kendali,
Saya pahami kamu, tolong pahami saya.

Untuk kamu yang tak dapat mundur,
Yang mendatangkan penyesalan di saat salah,
Yang menuai kenangan di saat senang,
Yang hilang saat dilupakan,
Saya berjalan dengan kamu, jangan menengok ke belakang.

Untuk kamu yang ada di depan,
Yang datang dalam mimpi-mimpi saya,
Yang jadi arah hidup saya,
Yang saya kejar selama saya masih bernafas,
Saya akan mencapaimu, tunggu saya di sana.

No Worry

on Thursday, August 26, 2010
You need no worries about the sun
One will the time let her shine
And another give the time for night
But in the morning spark, she will come again.

You need no worries about the season
One will the time let the summer
And another give the time for winter
But in a year, she will come again.

You need no worries about the earth
One will the time let her blossom
And another give the time for drought
But in the rain, she will come again.

You need no worries about money
One will the time let her pour
And another give the time for penniless
But in a month, she will come again.

You need no worries about love
One will the time let her cherish
And another give the time for tears
But in a kiss, she will come again.

About life, now you may worry
The time will let you havest the memory
And she too, will let you reach your dreams
But in the end, she sall meet the death.

Another Untitled Poem

I give the sky sun
I paint them to light the day
But then comes the rain
And cast the light away

I give the night moon
I paint them to shine the dark
But then comes the cloud
And cast the shine away

I give the soil trees
I paint them to wander the earth
But then comes the fire
And cast the wanderer away

I give my heart happyness
I paint them to light my day
But then comes the tears
And cast the smile away

I give my heart hope
I paint them to shine my night
But then comes the despair
And cast the spirit away

I give my heart love
I paint them to wander my life
But then comes the death
And cast the memory away

Angin

on Tuesday, August 3, 2010
Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin bermain dengan ikan-ikan di laut, namun ombak selalu datang mengusir.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin terbang dengan burung-burung di udara, namun selalu dijauhi dan dihindari.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin menari bersama manusia, namun justru memporak-porandakannya.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin membunuh api, namun membuatnya bertambah kuat.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin menghibur hujan yang selalu menangis, namun justru membinasakannya.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin duduk di pepohonan, namun justru meranggaskannya.

Bukankah sedih menjadi Angin?
Ingin memetik bunga di padang, namun tak bisa disentuhnya tanpa menghancurkannya.

Bukankah sedih menjadi Angin, tanyaku lagi.
Seperti aku, sendirian.
Hanya dikelilingi oleh semu, yang akan mati, habis, atau pergi.

Lalu angin tersenyum dan menjawab,

Dengan hembusku akan kubawa kau berenang dengan ombak di atas samudera.
Dengan hembusku akan kubawa kau terbang bersama burung-burung di udara.
Dengan hembusku akan kuajari kau menari.
Dengan hembusku akan kujauhkan api darimu.
Dengan hembusku akan kubawa hujan pada harimu yang panas.
Dengan hembusku akan kutiup pepohonan agar daunnya berguguran di atasmu.
Dengan hembusku akan kubawa bunga yang terindah, agar jatuh di pangkuanmu.

Lalu akupun pergi bersama Angin. Menjelajah dunia bersama keindahan yang dibawanya.

Love

on Monday, August 2, 2010
I think everything started with love.
Everything also ended with love.

We eat because we LOVE the food. Because we LOVE our stomach, and wants to pleasure it.
We hate because we LOVE not to like someone or something.
We laugh because we LOVE the words, or joke, or situation.
We cry because we LOVE too much, or LOVE the tears.
We kill because we LOVE to make other people die. Or simply LOVE the blood.
We climb because we LOVE the height. The adrenaline. The risk.
We cheat because we just LOVE another.
We swearing because we LOVE to let our anger burst in words.
We sleep because we LOVE to rest.
We help because it's suppose to based by LOVE.
We corrupt because we LOVE money for ourself.
We success because we LOVE to have better.
We rich because we LOVE having a lot of money.
We die because we LOVE God too much, and wanted to meet Him immediately.


We LOVE because LOVE is the most powerful word...yet.

Stop. Live it.

on Monday, July 19, 2010
When I was born, I was empty.
I have no needs, I have no wants.
Nobody.
So I opened my eyes and begin my journey.

I searched for name.
Some words, maybe letters
To tangle your tongue.
Then I finally found it.
I put it in my self, wear it every day.

I searched for game.
Some silly things, maybe stupid
To feed my happyness.
Then I finally found it.
I play with it, smile every day.

I searched for friend.
Some one to accompany, maybe two
To walk with me.
Then I finally found it.
I chat with them, through together every day.

I searched for feast.
Something to eat, maybe drink
To ease my hunger.
Then I finally found it.
I put in on my mouth, full stomach every day.

I searched for home.
Some place to stay in, maybe to sleep
To shelter my night.
Then I finally found it.
I make my living, come back every day.

I searched for love.
Somebody to embrace, maybe to kiss
To spend my life with.
Then I finally found it.
I raised a family, thankful every day.

As I passed every day in my life, I search.
As I passed one curiousity, I got more to come.
As I filled every emptyness, another one needs to be fill.

But at one step of my journey,
I stopped.

I breathe the air around me.
I hear the sound of my heartbeat.
I look back what I've found.

So I stop searching.
And start living what I've found.
For everything has come in their best,
And perfection is worthless.


I stopped. I live.