"I Just Called...To Say...I Love You..."

on Thursday, March 24, 2011
BABI BUTA YANG INGIN TERBANG

Sutradara: Edwin

Pemain: Ladya Cheryl, Joko Anwar, Andhara Early, Carlo Genta, Pong Harjatmo

Rating: 8/10

Story:

Bercerita tentang Linda, seorang gadis keturunan Tionghoa beserta orang-orang di sekitarnya. Ayah Linda adalah seorang dokter gigi yang nampaknya ingin menyembunyikan identitias rasnya dari orang lain. Ibu Linda yang ingin menjadi pemain bulu tangkis namun kandas karena rasa diskriminatif.
Sahabat Linda dari kecil, Cahyono, yang pernah dianiaya karena ia orang Tionghoa, dll.

Review:
Ehem, ehem...

Jadi film ini diputar di acara Pekan Raya Perfilma, tepatnya tanggal 11 Maret lalu. Selain memutar filmnya, kita juga mengundang sutradara film ini, Edwin, untuk bincang-bincang soal film ini.

Yaaa, kalo dari sudut pandang gw pribadi, film ini super keren. Alurnya yang lambat dan penggambarannya yang natural membuat filmnya terasa benar-benar nyata.

Kita seperti melihat ke dalam kehidupan seseorang yang dekat dengan kita, tanpa harus merasa terlibat atau mengaitkan diri kita dalam karakter-karakternya.

Di film ini terdapat adegan yang cukup vulgar, melibatkan 3 pria, 3 senggama (sebut saja threesome), dan kurang lebih tiga tetes (maaf) sperma yang jatuh ke lantai.

Iya, jijik emang. Banyak yang keluar ruangan gara-gara adegan itu.

Ditambah lagi, di film ini hanya ada satu lagu yang diputar berulang-ulang, yaitu yang gw jadiin judul postingan gw kali ini. Aslinya dinyanyikan oleh Stevie Wonder, namun di film ini dinyanyikan orang lain.

So far, film ini super keren. Gw suka cara penceritaannya, walaupun agak lambat. Film ini sangat kuat secara cerita, sama seperti film horror Jelangkung.

Well, you can always surprised of how good an Indonesian film could be...more than Hollywood movie in fact.

PERFILMA goes to TV One

on Wednesday, March 23, 2011
Tanggal 16 Februari lalu (iya udah lama banget emang), dalam rangka mencari dana untuk acara tertjinta kami: PEKAN RAYA PERFILMA 2011, maka kami pun menerima undangan buat ke TV One.

Ceritanya kita bakal nongol di acara Jawara (Janji Wakil Rakyat) yang disiarkan live dari studio TV One.
Maka dimulailah, dengan semangat-ngeksis-2011, dua puluh biji anak Perfilma datang ke TV One...dengan teknologi transportasi bernama nebeng.

Gw sendiri nebeng di mobil Angkasa Andhika a.k.a Semok anak 2010, beserta dengan Sam, Adiz, dan Jeanne.
Saat menimbang-nimbang mau lewat jalan mana yang lebih cepat, mister Semok memutuskan bahwa lewat jalan biasa akan lebih cepat dibandingkan lewat jalan tol.

Sebuah kesimpulan yang amat salah dan amat fatal.

Lewat jalan biasa ternyata MACET di mana-mana, saudara, MACET! Gw ingat banget orang-orang di mobil mengalami degradasi mental, dimana awal berangkat kita semua hepi dan bersemangat, namun setelah satu setengah jam di mobil, kita mulai bete.

Tapi akhirnya kita tetap nyampe tepat waktu, thanks to the man: Semok! Setelah pake jakun dan dandan dikit, kami pun masuk ke studio.

Jadi intinya tugas kita di sana hanyalah duduk manis, terlihat memperhatikan dengan serius saat kamera menyorot kita, dan tepuk tangan saat disuruh.
Sisanya?

Terserah.

Ngupil boleh, ngangkang boleh, kayang juga boleh.

Setelah acara mulai tayang, gw pun menyadari bahwa posisi duduk gw agak salah!
Kenapa?

ikuti tanda panah....


Gw duduk TEPAT di belakang mas-mas ini. Pas di sebelah Jeanne (paling kanan bawah).

Posisi duduk ini membuat gw TIDAK TERLIHAT hampir sepanjang acara....*gagal ngeksis*

Ya, pastinya acara ini cukup....ehm...ngantuk. Gw kurang mengerti yang dibicarakan oleh dua kubu itu, dan gw juga tidak terlalu peduli dengan apa yang diucapkan. Kerjaan gw cuma ngenggol kaki Eta yang pas di sebelah gw pas muka doski lagi disorot kamera.

Well, anyway....

Rindu

on Monday, February 28, 2011
Saya rindu masa itu
Jalan kita satu arah
Kita punya banyak waktu
Tak tahu apa amarah

Saya rindu kita bersama
Duduk sembari bersantap
Tak kenal apa agama
Cerita sampai gelap

Saya rindu saat tertawa
Lepas bebas dari hati
Anak-anak Adam dan Hawa
Hal baru setiap hari

Saya rindu
Bertemu karena rindu
Tertawa karena mau
Cerita karena mau



I miss semester 1...

And The Oscar Goes To....


BEST ART DIRECTION
  • Alice In Wonderland

BEST CINEMATOGRAPHY
  • Inception

BEST SUPPORTING ACTRESS
  • Melissa Leo-The Fighter

BEST ANIMATED SHORT FILM
  • The Lost Thing

BEST ANIMATED FEATURE FILM
  • Toy Story 3

BEST ADAPTED SCREENPLAY
  • The Social Network

BEST ORIGINAL SCREENPLAY
  • The King's Speech

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM
  • In A Better World

BEST SUPPORTING ACTOR
  • Christian Bale

BEST ORIGINAL SCORE
  • The Social Network

BEST SOUND MIXING
  • Inception

BEST SOUND EDITING
  • Inception

BEST MAKE UP
  • The Wolfman

BEST COSTUME DESIGN
  • Alice In Wonderland

BEST DOCUMENTARY SHORT
  • Strangers No More

BEST LIVE ACTION SHORT
  • God of Love

BEST DOCUMENTARY FEATURE
  • Inside Job

BEST ACHIEVEMENT IN VISUAL EFFECT
  • Inception

BEST ACHIEVEMENT IN FILM EDITING
  • The Social Network

BEST ORIGINAL SONG
  • We Belong Together-Toy Story 3

BEST DIRECTOR
  • Tom Hooper-The King's Speech

BEST ACTRESS
  • Natalie Portman-Black Swan

BEST ACTOR
  • Colin Firth-The King's Speech

BEST PICTURE
  • The King's Speech

"I Got A Thing With Brunettes"

Sedikit cerita.

Coba perhatikan waktu tulisan ini di-posting.
YA. JAM 5 PAGI.

Kemarin telah terjadi kesepakatan bahwa gw akan mengantar nyokap yang mau ke Medan dini hari ini, tepatnya jam 4. EH TERNYATA, nyokap jadinya dianterin sama bokap.
Trus ga guna banget gw bangun sepagi ini.

Akhirnya gw memutuskan untuk nyalain AC lagi, nyalain laptop nyokap, internetan, sambil nungguin siaran langsung Academy Award....

....yang agaknya akan menyebabkan gw bolos kuliah.

Tapi tenang. Itulah mengapa istilah 'tipsen' sangat populer di kalangan mahasiswa, bukan?


Nah, daripada gatau mau ngapain dalam 3 jam ke depan, mending gw bikin review film lagi. Selamat membaca!


TANGLED


Sutradara: Nathan Greno, Byron Howard

Pengisi suara: Mandy Moore, Zachary Levi, Donna Murphy

Rating: 7/10


Story:
Dikisahkan bahwa di suatu masa dan di suatu kerajaan, hiduplah Raja dan Ratunya. Sang Ratu tengah hamil, dan rupanya sakit keras. Untuk menyembuhkan sang Ratu ini, diperlukan sebuah bunga ajaib yang katanya tumbuh dari tetesan matahari. Bunga ini dapat menyembuhkan penyakit apa saja. Namun, bunga ini tadinya dimonopoli oleh seorang penyihir jahat bernama Mother Gothel, yang menginginkan bunga ini agar bisa tetap terlihat muda.

Karena lalai menyembunyikan bunga tersebut, akhirnya pasukan Raja menemukannya dan memberikan bunga itu kepada sang Ratu. Ratu pun sembuh, dan melahirkan seorang anak perempuan bernama Rapunzel. Khasiat bunga itu rupanya ada dalam diri Rapunzel, terutama di rambutnya yang--berbeda dengan kedua orang tuanya yang berambut coklat--memiliki rambut pirang.

Mother Gothel lalu mendatangi istana Raja, berusaha mengambil khasiat bunga ajaib tersebut dengan memotong rambut Rapunzel, namun jika dipotong, rambut itu ternyata mati dan tidak berkhasiat apapun. Akhirnya Mother Gothel pun menculik Rapunzel dari istana, membesarkannya seperti anaknya sendiri, dan melarangnya keluar rumah sama sekali...

....hingga ia berusia 18 tahun dan ingin sekali keluar dari menara tempat ia tinggal (rambutnya sudah super panjang) untuk melihat ribuan lentera yang diterbangkan di langit setiap ulang tahunnya (yang sesungguhnya adalah perbuatan Raja dan Ratu agar anak mereka yang hilang bisa kembali).

Rapunzel kemudian secara tidak sengaja bertemu dengan pencuri Flynn Rider yang secara tidak sengaja naik ke menaranya untuk bersembunyi dari kejaran pengawal kerajaan setelah mencuri mahkota. Mereka pun membuat kesepakatan bahwa Flynn harus mengantarnya melihat ribuan lentera tersebut, atau Rapunzel tidak akan memberikan mahkota curiannya.


Review:

Film-film Disney apa sih yang nggak keren.....?

Yah, pada dasarnya film ini konsepnya sama dengan film-film Disney klasik yang berlatarbelakang sebuah kerajaan, seorang putri, dsb dsb. Endingnya ga usah ditanya, sudah pasti hepi. Pocahontas aja walaupun hitungannya ga jadian, tapi yaaaa....hepi laaah....

Btw...mungkin bunga matahari berkhasiat itu bisa disamakan dengan Pond's Gold Radiance jaman sekarang... #lupakan

Seperti yang bisa dilihat di atas, pengisi suara untuk Rapunzel adalah Mandy Moore, penyanyi dan bintang film remaja yang sukses di jamannya. Tapi anehnya, seenggaknya menurut gw, di film ini suaranya sangat tidak seperti Mandy Moore, tertama saat bernyanyi.
Tanya kenapa...

Dari segi lagu-lagu...lumayan lah, walaupun rasanya memang jauh dari lagu jaman-jaman keemasan Disney yang semacam A Whole New World, Beauty and the Beast, dkk.

EH TAPI, ada beberapa faktor yang cukup mengejutkan gw di film ini:

1. Pernahkah kalian melihat adanya DARAH di film-film animasi Disney? Hampir tidak pernah! Nah, di film ini darah tersebut ditunjukkan segara cukup gamblang. Gw kaget, teringat di kepala adegan dari film Lion King dimana si Mufasa mati terinjak-injak Wildebeast....tapi tidak ada DARAH!! Bahkan di film Pocahontas aja, walaupun sudah tertembak, namun John Smith tidak terlihat meneteskan darah sama sekali.

2. Satu dari banyak film yang memperlihatkan sebuah tindakan pengorbanan diri yang unik. Gw membicarakan adegan di mana Flynn, yang sudah sekarat setelah ditusuk Mother Gothel saat berusaha menyelamatkan Rapunzel, menolak untuk disembuhkan oleh rambut ajaib Rapunzel. Gadis itu membuat kesepakatan bahwa ia akan ikut Mother Gothel pergi dari tempat itu asal ia boleh menyembuhkan Flynn.
Namun Flynn, bukannya membiarkan diri disembuhkan, malah memotong rambut Rapunzel sampai pendek sehingga hasilnya 0-0 untuk Mother Gothel-Flynn. Tidak ada yang mendapatkan keuntungan dari rambut Rapunzel.

Unyuk.

Dua faktor itu, menurut gw, membuat film ini layak tonton. Ga terlalu kekanak-kanakan, ga juga terlalu serius. Ditambah lagi ada dua karakter bodoh dalam 2 makhluk hidup berbeda, yaitu si kuda Maximus (sumpah, kuda dodol ini kocak abis!), dan si bunglon Pascal.

British Boys~ *melting*

on Sunday, February 27, 2011
LETTERS TO JULIET

Sutradara: Gary Winick

Pemain: Amanda Seyfried, Vanessa Redgrave, Gael Garcia Bernal, Christopher Egan

Rating: 7/10


Story:

Sophie (Seyfried) sedang berlibur bersama pacarnya Victor (Bernal) dengan tujuan bersenang-senang. Namun karena Victor sedang fokus membuka restoran barunya di New York, maka Sophie pun pergi berjalan-jalan sendirian--di kota Verona--dimana ia menemukan sebuah rumah yang dikenal sebagai Rumah Juliet, dari roman terkenal Romeo & Juliet.

Di rumah itu terdapat sebuah tembok dimana semua wanita dari seluruh dunia datang dan menuliskan surat kepada Juliet, yang kemudian akan dikumpulkan dan dibalas oleh sekelompok wanita yang menyatakan diri mereka sebagai 'sekretaris Juliet'.

Saat tengah mengambil surat-surat yang ditempel di dinding, Sophie menemukan sebuah surat lama yang selama ini tersembunyi, lalu memutuskan untuk membalas surat tersebut. Surat yang ditulisnya ternyata memberi semangat kepada sang pemilik surat, Claire (Redgrave), untuk datang ke Italia dan mencari cinta lamanya...ditemani oleh cucunya Charlie (Egan) yang skeptis dan ogah-ogahan.

Merasa bertanggung jawab atas kedatangan mereka, Sophie pun memutuskan untuk membantu Claire menemukan cinta lamanya kembali, yaitu seorang pria bernama Lorenzo Bartolini.


Review:

Film ini berhasil membuat gw galau menye-menye tengah malam! GRAOR!
Gw lagi ga ada kerjaan gitu di kosan, jadi gw iseng nonton, abis filmnya kan cukup ringan gitu...

Ceritanya sih....standar. Romantis-unyu-gimana-gitu pokoknya. Tapi ada beberapa poin yang gw suka dari cerita ini, yaitu:

1. Yang namanya TLBK (Tjinta Lama Bersemi Kembali) itu biasa. Tapi TLBK ala oma-oma 70 tahun?? Itu LUAR BIASA. Lucu aja gitu melihat ada oma-oma yang masih charming dan berkepribadian unik pergi ke Italia buat nyari cinta lamanya.

2. Gw jadi tau ada yang namanya Fact Checker...ato apalah namanya itu, pokoknya kerjaannya nyari fakta gitu. Sepertinya sebuah profesi yang menarik, hihihihih...

3. Dalam film ini...kenyataannya adalah cewenya yang ngomong 'i love you' duluan. Itu menandakan dia adalah cewek berani! You rock, girl!

Ya, kira-kira itu adalah poin-poin yang gw suka dari cerita ini.

Menurut gw Vanessa Redgrave memainkan karakter oma-oma romantis dengan sangat oke, karena karismanya benar-benar terpancar, sesuai dengan karakter yang ia mainkan dimana walaupun sudah tua, setiap Lorenzo Bartolini yang ia temui terlihat naksir sama dia.

Gw...jadi bercita-cita kalo udah tua jadi oma-oma kayak gitu.

DAAAN, yang pualing bikin galau se-2011 adalah pria inih! (ikuti tanda panah merah)



Ganteng+mata agak menyipit dan dalam+macho+logat British+lengan kemeja digulung = KOMBINASI MEMATIKAN!

Oh ya, satu fakta unik lagi.

Gw tadinya kurang tahu-menahu sama seorang aktor bernama Gael Garcia Bernal. Gw cuma pernah lihat namanya di iklan Nike yang Write The Future. Gw juga tau dia pernah bermain di film berjudul And Your Mother Too.

Katanya dia semacam....yaaa, katakanlah semacam Ryan Reynolds-nya Mexico.
Tapi...setelah gw liat-liat lagi...
Bukannya gw menggelepar-gelepar melihat kegantengannya, tapi malah takjub!

Karenaaaaaa......






Gw menemukan bahwa mereka berdua MIRIP!!
HAHAHAHAHAHAHAHA!!


Ya, baiklah, segitu saja review kali ini.
Gw mau meleleh lagi liat Christopher Egan...
Egan....e ganteng....

"B-B-B-B-Bertie?"

on Saturday, February 26, 2011
Another movie review. This time....


THE KING'S SPEECH

Sutradara: Tom Hooper

Pemain: Colin Firth, Geoffrey Rush, Helena Bonham-Carter, Guy Pearce

Rating: 8/10


Story:

Pangeran Albert (Firth) dari Inggris ternyata memiliki penyakit yang membuatnya selalu rendah diri: gagap. Baik berbicara di depan umum maupun di depan keluarganya, penyakitnya ini selalu menghambat dirinya dan membuatnya stress. Istrinya (Carter) telah mencoba berbagai terapis dan dokter, namun belum ada yang bisa menyembuhkan kegagapan Pangeran Albert.

Sampai suatu hari, ia disarankan untuk mencoba datang ke Lionel Logue (Rush), seorang terapis yang biasa membantu orang-orang pasca perang. Metode yang digunakan Logue cukup unik, dan dengan kesabaran luar biasa, akhirnya Pangeran Albert mengalami kemajuan.

Hal ini menjadi tambah runyam ketika kakaknya, Pangeran Edward (Pearce) kemudian naik menjadi raja setelah ayah mereka meninggal dunia. Masalahnya, Pangeran Edward menyukai seorang janda Amerika dan berniat menikahi janda ini, sementara peraturan di Inggris melarang hal tersebut.
Pangeran Edward lalu memilih untuk menanggalkan gelar dan kedudukannya sebagai raja demi menikahi janda Amerika ini, sehingga naiklah Pangeran Albert menjadi raja dengan gelar Raja George VI.

Tak lama kemudian, Eropa dilanda perang dengan Jerman, dan Inggris pun turut menyatakan perang terhadap Jerman. Puncaknya adalah saat sang raja harus menyampaikan pidato pemberi semangat kepada rakyat dan tentara Inggris, yang akan disiarkan secara langsung ke penjuru kerajaan.


Review:

Film ini mendapatkan nominasi terbanyak di ajang Acadamy Award tahun ini, dengan membawa 12 nominasi termasuk Best Actor, Best Supporting Actress, dan Best Supporting Actor.
Ya, Hollywood memang menyukai cerita yang orisinil dan unik seperti ini, dan gw sendiri setuju, bahwa cerita ini sangat menarik.

Yang menarik adalah fakta bahwa raja Inggris yang juga ayah kandung Ratu Elizabeth II ini ternyata gagap. Sebuah fakta yang menggambarkan bahwa seorang raja pun sama seperti manusia biasa yang memiliki kekurangan. Apalagi ditambah dengan fakta bahwa film-film mengenai raja atau ratu (terutama dari Inggris) akhir-akhir ini lebih cenderung menceritakan masa-masa keemasan atau pencapaian mereka terutama dalam militer (misalnya Queen Elizabeth I).
Sementara dalam film ini, pencapaiannya sangat simpel: mengatasi kekurangan dirinya.

Colin Firth bermain luar biasa dalam film ini, terutama karena dia berhasil membuat gw dan temen gw Eta benar-benar geregetan pas dengar dia ngomong saking susahnya dia mengucapkan satu kalimat utuh.

Gw juga mengagumi sutradaranya yang mampu menyelipkan segi-segi estetik seperti di foto-foto ke dalam gaya shoot-nya, sehingga film ini juga rasanya memiliki nilai seni yang oke. *halah*

Geoffrey Rush juga super keren! Gw sudah mengagumi aktor satu ini sejak melihat filmnya di HBO yang berjudul The Life and Death of Peter Sellers. Sedangkan untuk Helena Bonham-Carter, ia sudah terbukti sebagai aktris multi-talenta dengan bermain di film-film dengan karakter yang berbeda-beda.
Untuk aktris satu ini, gw kagum sama aktingnya sejak lihat dia di film Lady Jane.

Gw sendiri menjagokan film ini untuk menyabet semua penghargaan yang dinominasikannya di ajang Oscar nanti.


GOD SAVE THE KING!