Love (?)

on Wednesday, November 10, 2010
Di suatu hari yang biasa terjadilah sebuah percakapan antara dua orang teman wanita seumuran. Mereka sahabat baik, dan si teman A sedang menggunakan gilirannya berbicara.

"Haaah...gila nih. Di kampus gw, semua orang lagi unyu-unyuan. Tiba-tiba banyak yang jadian. Lovebirds everywhere..."

Teman B menanggapi dengan tanggapan retoris: "Ciee..."

Teman A menghela nafas kembali. Teman B lalu bertanya:
"Lo sendiri ga ada yang diunyuin?"

Teman A menjawab tidak ada, "Tapi gw pengen punya."

Teman B lalu mengeluarkan sebuah pertanyaan (atau pernyataan?) yang membuat A terdiam dan berpikir:

"Hmm...mungkin lo orangnya susah buat jatuh cinta ya? Yang cinta bener-bener cinta sampe kalo dia ga nembak lo, lo bersedia nembak dia,"


Teman A, yang dalam kesehariannya juga dalam proses untuk mengenal dirinya sendiri, terdiam dan menyerapi kata-kata tadi. Sebuah petunjuk atau pandangan orang lain terhadap dirinya adalah sesuatu yang berharga.

Terpikir olehnya bahwa selama ini memang tidak ada seorang laki-laki yang membuatnya rela jalan sambil kayang demi membuktikan cintanya. Belum ada laki-laki yang spesial di hatinya, yang bahkan jika laki-laki itu ngupil pun, Teman A bakal tetap cinta.

Lalu Teman A bertanya pada dirinya: apakah gw siap pacaran?
Ia tak akan pernah tahu...sebelum dicoba, tentu.

Teman A sendiri sudah melihat banyak contoh ke-unyu-an orang-orang di sekitarnya, yang kadang-kadang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

Suatu hari:
"Pacaran kan ga boleh ngasih baju/kain. Nanti cepat putus..."

"Gw ga bisa jalan nih, gw dilarang sama cowok gw..."

"Kalo cowok gw sibuk kayak gitu, udah gw omel-omelin kenapa dia pulang malam..."

"Mereka so sweet ya...kamu kayak gitu juga doong..."


If a relationship are based on such things like I mentioned above, than I'd choose to be a nun.
I tolerate the act of caring....but too caring? It'd be like a prison, to me.

Yang benar aja! Pacaran dengan berbagai mitos tolol? Jadi bahkan kalau cowoknya membelikan baju bermerek Chanel, tetap bakal ditolak??

Cowok pulang malam-malam diomelin? Ya kalo dia emang lagi jalan sama temannya yaudahlah ya. Gw juga punya teman, dan yang namanya lagi nongkrong sama teman itu, sampe subuh pun ga masalah.

Pacaran dengan mencontoh orang lain? Too demanding! If you really love someone and he really love you too, you'll love everything he does and make every moment precious.


Tapi yah, bukan cewek namanya kalo ga kayak gitu...
Anyway, ini bukan postingan blog galau. Ini cuma proses gw mengenal diri sendiri.

1 comments:

real_me_real_life said...

setujuuuu...males banget klo overprotektif...udah kyk di borgol aja...