Kebakaran

on Saturday, October 2, 2010
Setelah seminggu full gw harus nongkrong di kampus sampe jam 6 sore lewat, akhirnya pada hari Kamis lalu gw berkesempatan untuk balik ke kosan sebelum jam 6. Tepatnya sekitar jam 4 sore gitu.

Karena badan udah keringat dan lengket di sana-sini, gw pun langsung mandi. Setelah mandi, gw lalu bengong bodoh di kamar. Bingung antara mau buka laptop tapi ga ada internet, atau internetan di handphone tapi sinyal lagi jelek dan pulsa sekarat.

Akhirnya gw bengong.
Kelamaan bengong, gw pun memutuskan untuk tidur saja.
Gw matikan lampu, dan gw ancang-ancang tidur.
Di luar masih hujan, petir menggelegar hebat.

Lalu tiba-tiba, di tengah proses-akan-tidur gw, sebuah suara memecah.

PTARRR!!

Gw membuka mata, lalu terdiam. Gw berusaha untuk mencerna bunyi barusan dan mencari alasan logis dari mana datangnya suara itu.
Cuek, gw lalu tidur kembali. Ketika gw akhirnya sudah nyaris tertidur, sebuah bau-bau terbakar masuk ke kamar gw.

Pikiran pertama gw adalah ada yang bakar sampah. Itu cukup logis, jadi gw bersiap untuk tidur lagi.
Tapi, lama-kelamaan baunya sudah mulai mengganggu dan gw mengenali bau itu sebagai bau plastik terbakar.
Tepat ketika gw menyalakan lampu dan ingin keluar kamar, penghuni-penghuni kosan lain yang bermukim di lantai dua mulai turun dan terdengar panik. Ibu kosan gw pun sudah ada di lokasi, sedangkan gw?

Gw mematikan lampu kamar dengan santai.
Keluar dari kamar, menutup pintu kamar dengan tenang.
Lantas bergabung dengan kerumunan panik tadi.

Ibu kosan gw mulai panik, berteriak-teriak memanggil 'anak buah'nya, si Mas Wawan.

"Mas Wawaaaaan!!! MAS WAWAN ITU TOLONG LIATIN KENAPA ITU??! KOMPOR YA?? KOMPOR YAA???"

Gw mulai berniat menyiram ibu kosan dengan air karena berisik.

Ternyata setelah Mas Wawan mengobservasi, sumber keributan bukan dari dapur, tapi ternyata dari...

KAMAR YANG LETAKNYA TEPAT DI DEPAN KAMAR GW.

Asap hitam mulai terlihat keluar, dan sekali lagi si ibu kosan panik.

"MAS WAWAN ITU DARI KAMARNYA MBAK TIA!! CEPETAN AMBIL KUNCINYA, CEPETAAAAN!!! ADUH ADUH MBAK TIA-NYA KE MANA LAGI, ASTAGHFIRULLAH MBAK TIAAAAA!!!"

Gw pun yakin gw harus menyiram ibu kosan gw.

Oke, pintu kamar sudah terbuka.
Ternyata memang ada yang terbakar. Dan yang terbakar adalah: EMEREGENCY LAMP, alias yang lebih dikenal dengan LAMPU MATI LAMPU.

Rupanya lampu ini dibiarkan tercolok ke stop kontak oleh si pemilik kamar, dan lampu inilah yang meledak dan menimbulkan suara ledakan serta asap yang berhasil membuat seisi gedung A heboh dan Mas Wawan lari-lari panik.

Masih ketakutan, ibu kosan dan anak-anak yang lain lalu bercengkrama satu sama lain, barusaha mengilangkan rasa takut.

Apa yang gw lakukan?

Masuk ke kamar, ambil handphone dua-duanya, lalu keluar lagi dan mulai menelepon bokap dan nyokap gw.
Habis itu, setelah barang bukti kebakaran dibawa keluar, gw dengan tenangnya memotret benda itu.

Setelah kepanikan cukup mereda, gw masuk ke kamar dengan tenang, menyalakan kipas angin untuk mengusir asap yang masih tertinggal, lalu kembali ke tempat tidur.

Tapi gw ga jadi tidur.
Gw lalu keluar cari makan, nongkrong di kamar Wina, mengerjakan PR Jerman, barulah gw tidur.


Demikianlah akhir dari sebuah kejadian absurd di hari Kamis yang random.

Inilah benda yang menyebabkan kehebohan itu.

1 comments:

real_me_real_life said...

koq ga ada gbr nya bi? hehehe...